Open top menu
#htmlcaption1 PKS JAMBI LANTIK LIMA KETUA DPD DI KABUPATEN SYAHRASADDIN TERLIHAT MESRA DENGAN MASHURI Stay Connected
Senin, 23 November 2015
PKS Jambi Lantik Lima Ketua DPD di Kabupaten/Kota

JAMBI - DPW PKS Provinsi Jambi memilih 5 ketua DPD PKS Kabupaten/Kota. Dari lima pimpinan, dua di antaranya petahana. Mereka dipilih melalui Musda DPD PKS di lima kabupaten/kota Minggu (8/11) yaitu Kota Jambi, Batanghari, Tanjab Timur, Tanjab Barat dan Muaro Jambi.

"Jadi tiga ketua DPD wajah baru yakni di Batanghari, Kota Jambi dan Tanjab Timur, dua lainnya Muarojambi dan Tanjab Barat petahana," kata Sekretaris DPW PKS Provinsi Jambi Supriyanto, Minggu (8/11).

Kata Supri untuk daerah lainnya akan dilaksakan Musda pada 14 hingga 15 November serentak. Ia mengharapkan ketua terpilih segera konsolidasi struktur dan kader serta memenangkan pilkada gubernur dan kabupaten.
Lalu juga diharapkan ke depan dapat menumbuhkan kader baru dan mengokohkan struktur hingga tingkat desa/kelurahan songsong pemenangan Pileg 2019. " Kita punya target pada pileg 2019 di atas 10 persen tempatkan PKS sebagai partai papan atas di Jambi," katanya. (arn)
Read more
Syahrasaddin Terlihat Mesra dengan Mashuri

MUARA BUNGO - Cukup lama tak terdengar kabar Syahrasaddin. Terkini, mantan Sekda Provinsi Jambi ini 'muncul' dan mewarnai politik pilkada di Kabupaten Bungo.

Sabtu (21/11) pagi, Sadin membuat statemen terkait pilkada Bungo. Kepada Tribun, ia mengatakan ia secara pribadi mendukung H Mashuri pada pilkada 9 Desember nanti.

Namun tak hanya soal Hamas, sapaan H Mashuri. Sadin juga menyatakan terus mendukung mantan atasannya, Hasan Basri Agus (HBA) untuk periode kedua menjadi Gubernur Jambi.

"Saya tertarik programnya Pak Mashuri. Secara pribadi saya mendukung Hamas. Karena programnya," ujar Sadin yang pagi itu juga terlihat sempat berbincang dengan Mashuri.

Namun Sadin mengatakan soal Hamas ia jauh dari misi politik. Ia katakan, secara politik ia tak punya kepentingan. Namun sebagai putra Kabupaten Bungo, ia merasa sah-sah saja memiliki kecenderungan politis.

"Saya tidak berpolitik, saya tidak punya partai. Sebagai anak Bungo, orang tua saya Tanah Tumbuh Pedukun, itu pilihan dan pandangan sayaa. Saya dukung Hamas karena programnya," ujar Sadin lagi.


Liveshow
http://jambi.tribunnews.com/2015/11/22/syahrasaddin-terlihat-mesra-dengan-mashuri
Read more
Sejarah Kabupaten Bungo

Kabupaten Bungo sebagai salah satu daerah Kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi, semula merupakan bagian dari Kabupaten Merangin, sebagai salah satu kabupaten dari keresidenan Jambi yang tergabung dalam propinsi Sumatera Tengah berdasarkan Undang-Undang nomor 10 tahun 1948.
Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956, Kabupaten Merangin yang semula Ibukotanya berkedudukan di Bangko di pindahkan ke Muara Bungo.
Pada tahun 1958 rakyat Kabupaten Merangin melalui DPRD peralihan dan DPRDGR bertempat di Muara Bungo dan Bangko mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar:
  1. Kewedanaan Muara Bungo dan Tebo menjadi Kabupaten Muara Bungo Tebo dengan Ibukota Muara Bungo.
  2. Kewedanaan Sarolangun dan Bangko menjadi kabupaten Bangko dengan Ibukotanya Bangko.
Sebagai perwujudan dari tuntutan rakyat tersebut, maka keluarlah Undang-undang Nomor 7 Tahun 1965 tentang pembentukan Daerah Kabupaten Sarolangun Bangko berkedudukan di Bangko dan kabupaten Muara Bungo Tebo berkedudukan di Muara bungo Yang mengubah Undang Undang Nomor 12 tahun 1956.

Seiring dengan pelantikan M.Saidi sebagai Bupati diadakan penurunan papan nama Kantor Bupati Merangin dan di ganti dengan papan nama Kantor Bupati Muara Bungo Tebo, maka sejak tanggal 19 Oktober 1965 dinyatakan sebagai, Hari Jadi kabupaten Muara Bungo Tebo. Untuk memudahkan sebutannya dengan keputusan DPRGR kabupaten daerah Tingkat II Muara Bungo Tebo, ditetapkan dengan sebutan Kabupaten Bungo Tebo.
Seiring dengan berjalannya waktu melalui Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 Kabupaten Bungo Tebo dimekarkan menjadi 2 wilayah yaitu Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo.
Read more